Babak Baru Satu Dekade “Gempa Nias 28 Maret 2005″

Gempa Maret tahun 2005 telah membuat Kepulauan Nias berada pada titik nol selama bertahun-tahun. Satu dekade kemudian refleksi tersebut diungkapkan oleh komunitas ONO NIHA DEVELOPMENT & HERITAGE bersama OMO NUFO SINASA (Rumah Anyaman Perempuan Nias) melalui “2nd Event of Succulent Tanö Niha-Nias Islands-10 Years After The Biggest Earthquake 2005, March 28”.

2

Perhelatan kedua yang dilaksanakan sejak tahun 2014 kali ini mengusung sejumlah sub tema sebagai upaya untuk memperkenalkan secara kronologis perihal perkembangan pembangunan, sosial, budaya dan kuliner asli Kepulauan Nias, sekaligus memperkenalkan berbagai produk unggulan yang dikerjakan oleh perempuan dan ibu-ibu rumah tangga dari seluruh Kepulauan Nias.

DUKUNGAN DAN ANTUSIASME PENGUNJUNG

Dukungan terhadap acara ini kemudian berkembang pesat dalam satu minggu setelah diumumkan pelaksanaannya oleh tim pemasaran. Sejumlah guru besar dari perguruan tinggi di Indonesia, anggota DPR-RI asal Nias Marinus Gea dan Ibu, Kel. Ilham Mendröfa, stakeholders dan petinggi teratas organisasi atau perusahaan serta media terbesar Ibukota, seperti OBOR BERKAT INDONESIA (OBI), PMA PT. ESRI INDONESIA, PT. SINAR KASIH, sejumlah alumni Jerman, PMA SAMUDERA INDONESIA, PMA PT. TIRTAKREASI AMRITA, Majalah FEMINA, SATU HARAPAN, RUMAH NIAS, Komunita JALAN SUTRA, Komunitas-komunitas PENCINTA KAIN dan TEKSTIL INDONESIA mendukung bahkan menghadiri event ini. Secara mengejutkan dan tidak kalah penting, turut hadir dalam event bersejarah ini yakni Restu Jaya Duha, Kadis Pertanian Kabupaten Nias Selatan, yang baru saja tiba dari menghadiri rapat di luar Jakarta, kemudian didapuk menyampaikan arahan mewakili pemerintahan se-Kepulauan Nias.FOTO BERSAMA

Pada kesempatan tersebut sejumlah presentasi dan pemaparan sangat penting dan menarik perhatian pengunjung disampaikan oleh Noniawati Telaumbanua, Marinus Gea, OBOR BERKAT INDONESIA, PT. ESRI INDONESIA dan Rebecca Laiya  dengan topik mengenai seluruh aspek yang terkait dalam pembangunan Kepulauan Nias.

Noniawati, pemimpin komunitas ONO NIHA DEVELOPMENT & HERITAGE dan OMO NUFO SINASA (Rumah Anyaman Perempuan Nias) sekaligus pelaksana Event of Succulent Tanö Niha menyampaikan kilas balik pembangunan seluruh Kepulauan Nias 10 tahun terakhir dalam slide foto,  kuliner kuno yang mewakili seluruh bagian wilayah dari Kepulauan Nias dan puluhan motif anyaman kuno yang berhasil direvitalisasi dan diproduksi sebagai produk trendy masa kini. Disampaikan pula bahwa inisiatif untuk melaksanakan acara dan mendukung para pengrajin adalah merupakan dukungan finansial pribadi. Seiring dengan berjalannya waktu, tim pemasaran dengan strategi yang positif telah mampu menarik minat para kostumer dan pendukung baik untuk para pengrajin maupun pada event yang dilaksanakan serta yang sedang direncanakan.

Marinus Gea menyampaikan sejumlah pandangan mengembangkan daerah pariwisata khususnya Nias mulai dari sisi perencanaan, penganggaran dan upaya-upaya konkrit pada beberapa tantangan yang dialami oleh daerah-daerah kepulauan. Lebih lanjut, Anggota DPR-RI DAPIL Banten yang berasal dari Nias tersebut menyampaikan bahwa dukungan positif akan diberikan kepada Kepulauan Nias, khususnya melalui event-event seperti ini.

OBOR BERKAT INDONESIA, yang telah membuka kantornya di Kota Gunungsitoli, memaparkan pekerjaan selama masa gempa di Nias hingga berkarya satu dekade lamanya serta memperkenalkan berbagai program kerja yang dilakukan di seluruh Indonesia. OBI mengulas juga berbagai tantangan dan peluang pada pembangunan yang dapat dilaksanakan bersama-sama masyarakat Nias, di mana saat ini jangkauan pekerjaan sudah dimulai ke arah Nias Selatan. Program-program ini pun ditindaklanjuti hanya dalam sehari setelah acara dan siap untuk direalisasikan.

Surprise datang dari dukungan perusahaan penanaman modal asing yang menyambut baik undangan untuk menghadiri event ini. PT. ESRI INDONESIA bersedia berbagi ilmu, memperkenalkan, menjelaskan manfaat, peluang dan tantangan tentang sistem informasi geospasial (SIG) yang pada masa kini telah berkembang luar biasa pesat terutama dimulai sejak tsunami dan gempa 2004-2005 yang lalu. Kebutuhan SIG yang akurat dan representatif sangat dibutuhkan oleh seluruh wilayah di Indonesia, secara khusus di daerah rawan bencana. Salah satu manfaatnya adalah informasi yang diperoleh dalam pengolahan data SIG akan sangat membantu daerah itu sendiri untuk melihat secara rutin dan mengevaluasi manfaat pembangunan, kependudukan, perencanaan, sistem peringatan dini bencana, pertanian, perikanan, dll. Presentasi yang memaparkan rancanangan portal GIS Kepulauan Nias secara lengkap dan dalam segmen detail ini sangat menarik karena untuk kali pertamanya disampaikan kepada masyarakat Nias dalam acara tersebut.

Kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki para pendamping turis di salah satu wilayah di Nias Selatan diangkat oleh Rebecca Laiya dalam kesempatan ini. Para penerjemah di lokasi wisata Nias Selatan belajar Bahasa Inggris secara otodidak. Istimewanya adalah mereka tidak mengetahui baca tulis, tidak pernah sekolah dan hanya menguasai bahasa Ibunya sendiri yaitu Bahasa Nias dialek Selatan. Pendapat menarik banyak didiskusikan dalam pertemuan tersebut mengingat banyak penduduk berbahasa lokal, tidak dapat berbahasa Indonesia namun fasih berbahasa Inggris.

Dalam arahannya, Restu Jaya Duha menyampaikan undangan bagi para investor dan organisasi untuk berinventasi dan berkarya di seluruh Kepulauan Nias. Pemerintah dan seluruh masyarakat Kepulauan Nias siap menerima dan menyambut baik semua program-program yang telah diperkenalkan pada acara ini. Restu Jaya Duha juga mengharapkan dan meyakini bahwa kontribusi para investor dalam bidang pembangunan yang mereka tawarkan akan mampu memberikan dukungan positif secara ekonomi kepada masyarakat setempat.

Ruang diskusi yang diberikan dengan waktu yang luas membuat para pengunjung,  investor, dan seluruh tokoh yang hadir berbincang dengan santai dan menyampaikan upaya realistis yang dapat dilakukan dalam waktu tidak lama ini. Semua hadirin menyatakan kesediaannya mengambil bagian dan peran baik dalam pariwisata maupun dalam sektor pembangunan  infrastruktur dan sosial lainnya. Sejumlah komunitas juga bersedia untuk berkunjung ke Kepulauan Nias dalam waktu dekat.

Tidak tanggung-tanggung kesepakatan dan MOU untuk karya nyata pada penataan ruang Kepulauan Nias, pembangunan desa-desa di seluruh Kepulauan Nias serta pengembangan kelompok pengrajin Omo Nufo Sinasa berhasil dicapai pada hari tersebut. Bahkan, permintaan untuk melakukan event kuliner serupa telah disepakati juga sehingga promosi Nias dalam pendekatan yang berbeda ini tetap berlangsung dan berkesinambungan.

KULINER KUNO NIAS

Kuliner kuno khas Nias yang ditampilkan berbeda dengan tahun lalu dan kali ini mencakup dari seluruh wilayah Kepulauan Nias. Bahan segarnya masih tetap didatangkan  dari seluruh penjuru Nias. Menu yang disajikan berupa Fakhe Bulu Damo (Nasi Bungkus Daun Damo), FakheFOTO YUTRIE stempel Nifalögu (Nasi Panggang Gerabah), Babae (Sup Krim Kacang), Foi Nitunu (Ikan Pari Panggang), Nibinögö (Pepes Daging), Mugu Nigore (Bakwan Teri Segar), Doru Ba Guro Nigore (Sambal Goreng Terong & Udang), Löfö-Löfö / Löfö Sagu (Pizza Sagu Panggang). Tidak ketinggalan beberapa menu peranakan dihidangkan untuk para tamu penting tersebut berupa Kue Pia Matega Gulo Ano (Pia Mentega Gula Merah) dan Bawa Bubu Nigore  (Sambal Ebi Kering). Semua makanan yang disajikan diolah dari bahan lokal terpilih, organik, halal, tanpa penyedap rasa dan hampir seluruhnya dimasak dengan menggunakan alat masak tradisional Nias.

Sejumlah kuliner kuno harus dimasak dengan ritual dan sikap santun sehingga masakan berhasil matang dengan baik karena6 STEMPEL dalam kebudayaan asli di Telukdalam hidangan tersebut adalah hidangan kehormatan dan hanya diperuntukkan kepada raja dan keluarga intinya. Menu tersebut adalah Fakhe Nifalögu (Nasi Panggang Gerabah) dan Babae (Sup Krim Kacang).

Pada event ini Babae dimasak secara halal dan dikombinasikan dengan menggunakan resep sup krim yang lazim telah dikenal umum. Secara istimewa Fakhe Nifalögu ditampilkan pada acara ini yang dimasak dengan ciptaan kreatifitas Noniawati Telaumbanua yaitu beras merah masak santan. Beras merah dimasak spesial untuk dipersembahkan kepada pengunjung yang melakukan diet khusus sekaligus memperkenalkan inovasi keanekaragaman pemanfaatan bahan pangan lokal pada kuliner kuno Nias. Selain itu, menu spesial Foi Nitunu juga diperkenalkan di sini sebagai resep keluarga Noniawati secara turun-temurun, yang mana hampir seluruh pengunjung mengakui tidak pernah memakan ikan pari.

Ada juga nasi bungkus khas Nias yaitu nasi berbungkus daun pohon lokal yang dikenal sebagai bulu damo atau damo-damo. 7 STEMPELDaun ini akan membungkus nasi panas, menjaga untuk mempertahankan kesegaran makanan yang dibungkus hingga larut malam dan mengeluarkan aroma wangi yang khas. Makanan berbungkus daun ini sangat direkomendasikan secara turun-temurun bila seseorang melakukan perjalanan jauh atau bekerja di ladang sepanjang hari. Pengamat kuliner yang hadir sangat menyambut  baik  kuliner lokal yang satu ini sebagai sesuatu yang baru, spesial dan layak diperkenalkan kepada seluruh pencinta kuliner pada event selanjutnya.

ANYAMAN KUNO NIAS

Anyaman khas Nias yang dipamerkan sekali ini didatangkan dari sebuah desa di Kabupaten Nias Selatan. Dahulu pada kurun waktu 1860-1980 desa ini dikenal dengan ratusan motif anyaman dan mengirim produknya hingga ke Eropa.  Menurut Noniawati yang sebelumnya tinggal di Eropa, secara rutin mengajak anak dan keluarganya mengunjungi beberapa museum  yang menampilkan kemegahan peradaban Nias dan anyaman.  Anyaman-anyaman, dengan motif sangat rumit yang dahulu kala merupakan produk pekerjaan utama para perempuan Nias, bahkan dikoleksi secara pribadi oleh masyarakat Eropa yang pernah bertugas sebagai misionar di Nias atau pernah berkunjung ke sana.

10 gabungan

Tiga dekade setelah itu anyaman khas desa tersebut punah dan tidak pernah diingat kembali. Sampai suatu ketika disaat harga karet terpuruk, para perempuan di desa tersebut mengambil inisiatif untuk berkreasi bersama OMO NUFO SINASA.

EVENT DAN KAWULA MUDA NIAS

Event ini dipersembahkan oleh seluruh kawula muda yang tergabung di dalam komunitas yang melakukan gebrakan pemasaran Kepulauan Nias secara praktis, nyata dan berkesinambungan. Patut diapresiasi adalah pencapaian target Ono Niha Development & Heritage, melalui upaya memajukan pembangunan sekaligus sebagai tonggak pelestarian pengetahuan lokal Kepulauan Nias serta didukung oleh strategi pendekatan berani  tim pemasaran pada dua kali pelaksanaan event, telah berhasil maksimal. Bila pada tahun lalu, event ini berhasil menggugah sejumlah PMA, para guru besar, pemerhati asal Nias, media dan pakar kuliner terkait, maka pada tahun ini dukungan dari pihak yang sama masih tetap dan bahkan kerjasama konkrit dengan media dan organisasi /perusahaan PMA yang baru saja turut bergabung mendukung acara ini  pun berhasil disepakati dan dimulai tepat saat acara berlangsung.

Ono Niha Development & Heritage mengupayakan secara konkrit melakukan pendekatan pemasaran Kepulauan Nias dari sisi kuliner dan festival keahlian pengetahuan lokal yang disertai pertemuan dalam suasana family gathering untuk mencapai tujuan pembangunan melalui pengunjung. Hasilnya telah terbukti sangat efektif dalam dua kali perhelatan ini. (ON)

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>