Möi Ba’ene Mamahö I’a: Kearifan Lokal Menjaga Keseimbangan Laut di Telukdalam, Nias Selatan

Oleh: Noniawati Telaumbanua

Petang hari di sekitar Kota Telukdalam pada musim tertentu para pria gagah melangkah mantap lengkap dengan perlengkapannya yang khas. Mereka terlihat berjalan sendiri-sendiri, menyusuri jalan utama dan kemudian hilang di belokan jalan setapak menuju arah pantai tersembunyi. Semakin rebah matahari, semakin banyak jumlah pria ini bergegas menghilang dibalik ruas setapak pantai.

Tidak banyak yang menyadari kegiatan rutin para lelaki dari desa-desa tradisional yang terletak berdekatan dengan pantai di Kota Telukdalam, Nias Selatan. Sepintas mereka terlihat seperti penduduk kebanyakan yang baru saja kembali dari berkebun. Ciri khasnya yang berjalan berlawanan arah dengan para petani yang pulang ke rumah tanpa hasil kebun, berjalan sendiri saat malam menjelang  dan dihiasi dengan perlengkapan khusus antara lain berupa tombak dan pisau/parang. Penampakan tersebut mengisyaratkan adanya tujuan lain dari perjalanannya.

Read more

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather