Omo Nufo Sinasa: Proyek Percontohan Pengembangan Keahlian dan Pengetahuan Lokal Desa

Oleh: Noniawati Telaumbanua

Semenjak awal tahun 2012 komunitas Nias Development & Heritage menggalang penyebaran motivasi pengembangan berbagai keahlian/pengetahuan lokal para perempuan di desa-desa di Kepulauan Nias. Proyek ini pada kenyataannya tidak serta-merta disambut antusias oleh para perempuan di desa-desa yang tersebar di berbagai kelompok. Tantangan utama adalah ketidakkonsistenan metode kerja dan penerapan standar tinggi kualitas produk yang belum mampu dicapai sepenuhnya oleh masyarakat desa di Nias. Hal tersebut berakibat langsung menggerus kemampuan pemasaran setiap produk yang diupayakan. Sementara peluang produk lokal mereka untuk bersaing dengan pasar global sangat menjanjikan dan bersifat masterpiece.

 

Akan tetapi, pada Maret 2014 upaya ini pada akhirnya bak gayung bersambut ketika seorang perempuan paruh baya, berasal dari sebuah desa di Kabupaten Nias Selatan, datang hendak berkenalan dan menyampaikan tanpa basa-basi bahwa dia perlu melakukan sesuatu karena  tidak lagi memiliki uang dan pemasukan, harga karet tinggal Rp6000 per kilo dan dia memerlukan bantuan segera.

Perkenalan ini membuahkan harapan ketika sang perempuan tersebut menjelaskan apa saja kemampuan dan keahliannya selain menderes karet. Dia berjanji juga untuk mengajak semua perempuan yang dia kenal yang memiliki berbagai keahlian yang puluhan tahun telah terkubur tanpa harapan untuk diwujudkan secara kontinyu. Semenjak hari itu proyek percontohan pengembangan keahlian lokal desa yang dipelopori oleh para perempuan desa ini dimulai. Seluruh perempuan di desa-desa yang masih memiliki keahlian lokal diajak dan dimotivasi untuk memanfaatkan keahliannya tersebut sehingga menghasilkan produk yang bermanfaat dan bernilai jual tinggi. Tanpa terduga sekalipun, animo dan harapan perempuan di desa-desa lainnya hidup kembali.

Inisiatif dengan membentuk kelompok kerja Omo Nufo Sinasa ini didapuk sebagai Proyek Percontohan Pengembangan Keahlian dan Pengetahuan Lokal Desa di Nias (House of Woven Mats : Village Local Skill & Knowledge’s Development Project in Nias Islands). Langkah pertama dimulai dengan menggiatkan kembali keahlian menganyam. Produk anyaman dalam keseharian masyarakat Ono Niha sudah menjadi bagian budaya mutlak, mulai dari nilai fungsi hingga makna simbol pengagungan. Bahannya antara lain adalah pandan.

Sesuatu harus dilakukan segera, sesuai dengan harapan perempuan yang datang bertamu pada Maret 2014 itu.

Taplak Meja 11

Gbr. 1 & 2 Aneka Produk Anyaman Khas dari Telukdalam Taplak Meja dan Alas makan

Dengan target per bulan, kelompok binaan ini bekerja dengan cepat untuk membuat semua masterpiece anyaman yang pernah mereka produksi untuk keperluan ekspor ke Eropa di masa lampau. Dengan target demikian, para perempuan yang tergabung dalam Omo Nufo Sinasa tidak ketinggalan pula merintis membuat sejumlah produk yang sedang trend dan menjadi kebutuhan masa terkini. Produk yang diberi merek Sara Rai F.Duha by Omo Nufo Sinasa harus melalui quality control yang sangat tinggi dan menggunakan 90% bahan alamiah dan sepenuhnya adalah buatan tangan (pure handmade). Kombinasi aneka bahan tekstil dan kulit asli khas Indonesia tidak ketinggalan untuk dimanfaatkan sesuai dengan permintaan pemesan.866

Gbr. 3 & 4 Aneka Produk Anyaman Khas dari Telukdalam Clutch/Tas Pesta dan Tas Laptop

67a7145a

Gbr. 4, 5 & 6 Aneka Produk Anyaman Khas dari Telukdalam Tas Laptop, Tempat Sirih/Modifikasi Tas Pesta/Tas Gadget dan Wadah Multifungsi

Keahlian serta pengetahuan lokal desa yang dipastikan murni buatan tangan yang bersumber dari falsafah kehidupan dan kebijakan budayanya (local wisdom) pasti tidak akan ada tiruannya. Warisan ini terlihat pada keahlian perempuan lokal di Kepulauan Nias. Every product is authentic and the only one, it tells us its own story.

Omo Nufo Sinasa

Alamat/Address:

Jl. Saonigeho Km. 3, Telukdalam 22865-Kabupaten Nias Selatan (Regency South Nias), Sumatera Utara/North Sumatera-Indonesia

Toko Sararaholi, Jl. Sirao No. 20, Gunungsitoli 22813, City Gunungsitoli,  North Sumatera-Indonesia

e-Mail: ono.niha2000@gmail.com

 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

2 thoughts on “Omo Nufo Sinasa: Proyek Percontohan Pengembangan Keahlian dan Pengetahuan Lokal Desa

  • January 3, 2015 at 5:12 PM
    Permalink

    Ketika membaca ini, saya jadi ingat hasil anyaman tas yang di buat oleh suku dayak yang hampir sama. alangkah baiknya jika anyaman ini di buat dalam bentuk tas, yang berbentuk bola-bola la fake tawi-tawi, yang bisa dipakai dimana saja baik ketika untuk berbelanja atau acara non formal lainnya dan bisa di pakai oleh pria maupun wanita.
    Karena terkhususnya di Pulau Jawa banyak mahasiswa yang terkhususnya dari kalimantan banyak menggunakan tas seperti bola-bola. semoga nias bisa membuat hal yang sama juga. Sehingga bisa di promosikan di antara masyarakat di Indonesia dan bukan hanya di luar negeri saja.
    Tapi jujur desain-desain tikarnya bagus2 dan pemilihan warnanya bagus-bagus.

    Reply
    • January 13, 2015 at 3:20 PM
      Permalink

      Yth. Pak Febriwan Harefa,

      terimakasih atas kunjungannya ke website ini. Saran Bapak akan bentuk produk berupa tas bertali telah diteruskan kepada para pengrajin. Harapan kita bersaman, semoga pasar produk anyaman khas Nias semakin berkibar.

      Admin

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>