Inisiatif dan Kreatifitas Pendampingan Proses Mendidik Anak (Bagian IV)

Setelah artikel Bagian I, Bagian II dan Bagian III memberikan gambaran pengalaman berbagai kelompok masyarakat, maka artikel berikut memberikan kepada pembaca sebuah pengalaman para pendidik hebat yang terbeban untuk membangun sumber daya manusia di tempat mereka mengajar.  (Penulis: Noniawati Telaumbanua)kinderuni_at

Tidak banyak pemerintah kota yang membina kerjasama dengan para guru besar untuk bereksperimen dalam sebuah perhelatan berupa kegiatan melayani anak-anak usia sekolah layaknya seorang dewasa. Kota berikut ini berhasil menerapkan inisiatif di luar kebiasaan tersebut dan menjadikan event Kinderuni sebagai trademark gemilang untuk memenangkan perhatian orangtua terhadap pendidikan anak-anaknya.

Antusiasme Anak bersama Universitas dan Biro Anak di Wina, Austria

Di Wina, Austria setiap tahunnya pada musim liburan sekolah, Universitas Wina melalui Kantor Bidang Anak mengadakan event Kinderuni (Kinderuniversität) atau anak-anak universitas (mahasiswa cilik) dengan mengundang seluruh anak umur 7-12 tahun untuk mengisi liburannya dalam program pendidikan singkat di universitas, yang dipusatkan di Universitas Wina, Austria. Pendukung event ini setiap tahunnya seperti berlomba-lomba untuk turut ambil bagian karena secara tidak langsung menjadi jembatan pertemuan aspirasi bagi masyarakat, pemerintah dan lembaga pendidikan.

Tawaran kegiatan yang dilakukan di sini beragam dan sangat terukur sehingga setiap anak merasa berkepentingan untuk turut berpartisipasi lagi dalam acara yang sama di tahun mendatang. Pada saat mendaftar atau Anmeldung, anak diberi kebebasan untuk memilih dan mengikuti program perkuliahan yang dia inginkan. Semua bidang studi terbuka untuk diikuti pada event ini.

Para profesor akan menyelenggarakan beberapa “mata kuliah” wajib spektakuler yang disampaikan dalam bahasa yang dimengerti oleh anak-anak dan awam. Tidak tanggung-tanggung, selain presentasi di power point perkuliahan akan melibatkan banyak sekali fasilitas wahana visualisasi dan praktis dalam berbagai dimensi. Jangan heran, para orang tua pun pasti akan “tergila-gila” untuk mengikuti perkuliahan istimewa tersebut. Dalam sekali perkuliahan singkat ini, ada banyak sekali ilmu yang diserap dengan cepat, di mana bila pada kelas regulernya hanya diperoleh dalam satu tahun perkuliahan, misalnya.

Ruang tanya jawab juga terbuka luas, demikian dengan praktek laboratorium hingga ajang praktek menyusun konstelasi, pemrograman atau karya tulis. Persyaratan “ujian” untuk mendapatkan nilai juga akan dilaksanakan layaknya perkuliahan sebenarnya.  Seluruh fasilitas universitas juga terbuka pada saat itu untuk dikunjungi, ada ajang perdebatan layaknya di senat mahasiswa, kompetisi ilmiah dan pidato, seminar-seminar yang diorganisir oleh “mahasiswa cilik” dan tentu saja ada banyak fasilitas kreatifitas menarik untuk anak, arena permainan mendidik, disertai arena pusat jajan dan snack gratis dari sponsor.

Waktu yang singkat tidak memungkinkan bagi anak untuk mengikuti semua tawaran perkuliahan, sehingga pada kedatangannya tahun mendatang anak telah merancang sendiri “perkuliahan lainnya” secara mandiri. Anak akan memimpikan bahwa masa liburannya tiap tahun diisi dengan “menandai kolom kehadiran jam perkuliahan” pada perhelatan yang sama dan pasti sangat berharap impiannya menjadi kenyataan kelak sebagai mahasiswa pula.

Peserta Kinderuniversität ini tetaplah masih kanak-kanak. Mereka hampir seluruhnya memiliki kesamaan, yaitu setelah mengikuti berbagai kegiatan yang padat jadwal, maka wahana melukis dan wahana kreasi permainan pasti diserbu dan ditutup dengan jajan makanan ringan.

 

Prinsip menarik yang dikenal penulis selama mengikuti program pendidikan anak di beberapa sekolah di Eropa adalah, semakin banyak beban materi pelajaran diberikan dan juga dicapai oleh seorang anak, maka semakin banyak pula wahana kreatifitas disodorkan pada anak tersebut, terutama menggambar dan kerajinan tangan. Semakin sulitnya anak menyerap materi pelajaran, maka saatnya guru dan orang tua bekerja lebih telaten lagi untuk menggali kemampuan dan keahlian anak untuk segera diarahkan kepada minat dan bakatnya masing-masing. (ON)

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>