Menuju Kemandirian Energi Listrik di Kepulauan Nias

Merupakan ringkasan makalah berjudul “Transformasi Air Dan Cahaya: Titik Terang Menuju Kemandirian Energi Listrik-Studi Kasus Kabupaten Nias” yang disampaikan pada Seminar Nasional dan Workshop “Indonesia Menuju Kemandirian Listrik Secara Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan” di Kampus UKI-Jakarta tanggal 28-30 Maret 2012. Beberapa keynote speaker pada seminar ini adalah Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri PU, Rektor UKI; Maritje Hutapea, Direktur Bioenergi, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan Dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM; Sigit Reliantoro, Asisten Deputi Pengendalian Pencemaran Pertambangan Energi & Migas, Kementerian Lingkungan Hidup; Prof. Dr.Ing. Ir. Uras Siahaan, lic.reg.reg, Universitas Kristen Indonesia; Yani Witjaksono, METI; perwakilan  Masyarakat Kelistrikan Indonesia; perwakilan dari Schneider Electric.

Tema “Transformasi Air Dan Cahaya: Titik Terang Menuju Kemandirian Energi Listrik-Studi Kasus Kabupaten Nias” disampaikan pada Seminar Nasional dan Workshop tersebut di atas oleh Noniawati Telaumbanua. Makalah ini mengetengahkan sebuah ide yang bersumber langsung pada aspirasi masyarakat Kabupaten Nias serta observasi pemakalah tentang potensi dan pemanfaatan sumber energi terbarukan baik di Kabupaten Nias, di beberapa wilayah di Indonesia dan di luar negeri.    

     

Lonjakan pemanfaatan energi listrik terjadi sangat signifikan di seluruh wilayah di Kepulauan Nias sejak enam bulan pasca bencana Tsunami 2004 dan Gempa 2005. Seluruh masyarakat dan pemerintah di wilayah Kabupaten Nias melakukan kegiatan pembangunan kembali baik secara pribadi maupun secara kolektif. Pembangunan kembali ini masih terus berlanjut seiring dengan terwujudnya daerah pemekaran baru di Nias.  Diperkirakan dalam 15 tahun ke depan, pembangunan terutama prasarana dan sarana infrastruktur bagi masyarakat dan pemerintahan merupakan fase tertinggi dan harus dipercepat, mengingat fasilitas-fasilitas mendasar tersebut belum tersedia saat ini setelah memekarkan diri dan juga sebagian besar telah berada di wilayah kabupaten/kota yang baru dimekarkan. Pembangunan ini dipastikan juga membutuhkan pasokan energi listrik dalam jumlah yang tidak sedikit.Di saat yang sama, upaya untuk memenuhi kebutuhan energi listrik dalam skala rumah tangga paling minimal pun masih terus dilakukan baik oleh PLN maupun perorangan. PLN dalam hal ini memiliki tantangan yang sama terkait dengan semakin terbatasnya ketersediaan bahan bakar solar dan pengembangan jangkauan infrastruktur. Dalam hal ini, maka kebutuhan akan ketersediaan sumber-sumber energi terbaharui dan tidak terbaharui guna memenuhi kebutuhan pembangunan sangat tinggi dan mendesak pula.

Kabupaten Nias adalah Kabupaten Induk di Kepulauan Nias, Propinsi Sumatera Utara yang berkonsentrasi membangun jaringan listrik hingga ke pelosok. Terpenuhinya energi listrik di Kabupaten Nias adalah salah satu target penting dalam pembangunannya. Faktanya, mayoritas desanya hingga kini sama sekali belum tersentuh oleh listrik negara. Krisis energi global sepertinya berimbas pada wilayah pinggiran dan terisolir, tetapi sebenarnya tidak terjadi pada sumber terbaharui, seperti curahan hujan dan sinar matahari di Kabupaten Nias.

 

Kelistrikan di wilayah Kabupaten Nias digambarkan sebagai sebuah contoh dan fakta multidimensi yakni tidak terjangkau oleh listrik negara hingga pada era sekarang dan sekaligus juga sebagai elemen yang terimbas pada krisis energi global pada masa kini. Daerah yang kondisi kelistrikannya paling kritis adalah di Kecamatan Ma’u, Ulugawo dan Somölö-mölö, di mana hampir seluruh penduduk sama sekali tidak menikmati jaringan listrik paling minim sekalipun. Dalam beberapa tahun terakhir, desa-desa di kecamatan yang terisolir tersebut menerima bantuan PLTS. Listrik ini sangat nyata membantu banyak rumah tangga yang memiliki anak usia sekolah.

 

Di saat negara-negara maju berlomba berinovasi untuk mengembangkan pemanfaatan sumber energi terbarukan, penting untuk memperhatikan bahwa perencanaan dalam mengatasi krisis energi listrik di daerah terpencil seperti di Nias diperlukan identifikasi akurat sumber-sumber energi terbarukan yang dimiliki. Sungai-sungai besar, matahari sepanjang tahun, curah hujan yang tinggi untuk dipanen (rainwater harvesting) dan tenaga bayu tersedia di Nias dan berpotensi menjadi sumber energi atau pembangkit listrik. Tidak tanggung-tanggung, sungai besar berada di setiap kecamatannya. Untuk kasus di Nias, penting pula untuk dikembangkan kombinasi pemanfaatan cahaya matahari dan tekanan/curah hujan untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi. Menjangkau berbagai alternatif sepatutnya lebih diupayakan di daerah seperti ini.

 

Perencanaan akan ketersediaan energi di Nias oleh PLN tidak bisa dicapai dalam satu dua tahun. Karenanya, dalam kaitannya terhadap permasalahan, tantangan dan peluang yang dimiliki oleh wilayah seperti Kabupaten Nias, diperlukan sebuah grand design tepat sasaran dan berkesinambungan yang mentransformasi potensi alam ke energi listrik dan menghasilkan solusi cepat. Keterisoliran sebuah daerah seharusnya tidak menjadi hambatan dalam pemenuhan infrastruktur listrik, tetapi merupakan peluang terhadap potensi inovasi dan kreatifitas yang dimiliki oleh masyarakat lokal, praktisi/pengambil keputusan dan akademisi guna menjawab contoh kasus kelistrikan di Kabupaten Nias.

 

Melalui Seminar Nasional dan Workshop “Indonesia Menuju Kemandirian Listrik Secara Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan” diharapkan bahwa penyampaian  fakta dan kondisi kelistrikan di wilayah-wilayah terisolir seperti di Kabupaten Nias dapat menjangkau para pengambil keputusan secara nasional, di mana tantangan kelistrikan di Kabupaten Nias dapat dikenal lebih dekat lagi secara nasional dan  sekaligus juga menyumbangkan berbagai input terhadap tujuan kemandirian listrik di Indonesia. (ON)

 

 

 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>