Siap Dipasarkan Aneka Kreasi Anyaman Produk Kerajinan Unggulan Khas Nias

Ono Niha/SRFD- sebagai upaya pro aktif dalam menindaklanjuti permintaan masyarakat untuk mengatasi kesulitan ekonomi akibat ambruknya harga jual beberapa hasil bumi di Kepulauan Nias, maka Komunitas Ono Niha Development & Heritage merintis beberapa peluang yang melibatkan masyarakat desa, khususnya kaum ibu dan perempuan. Komunitas memberikan nama pada pekerjaan ini sebagai Program Penguatan Peranan Perempuan, Keluarga dan Perdesaan. Pendekatan tersebut berupa merevitalisasi kembali aneka pengetahuan lokal masyarakat tradisional yang telah dan hampir punah, seperti keahlian menganyam, keahlian bercocok-tanam, keahlian menenun dan keahlian mengolah bahan pangan.

Read more

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Ketika Polimer Semakin Beken dan Pintar Beradaptasi

Fakhe NifaloguKeributan sepekan telah menyita perhatian seluruh kelompok masyarakat tentang perdebatan polimer yang dilaporkan telah hadir dalam wujud pangan paling dasar di negara kita yaitu berupa beras plastik. Peranan plastik masih relatif baru dalam kebutuhan hidup manusia modern, namun pemasarannya sangat luar biasa ketika senyawa ini kemudian dikembangkan, dikombinasikan dan diproduksi sebagai alat bantu rumah tangga. (Oleh: Noniawati Telaumbanua)

Read more

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Babak Baru Satu Dekade “Gempa Nias 28 Maret 2005″

Gempa Maret tahun 2005 telah membuat Kepulauan Nias berada pada titik nol selama bertahun-tahun. Satu dekade kemudian refleksi tersebut diungkapkan oleh komunitas ONO NIHA DEVELOPMENT & HERITAGE bersama OMO NUFO SINASA (Rumah Anyaman Perempuan Nias) melalui “2nd Event of Succulent Tanö Niha-Nias Islands-10 Years After The Biggest Earthquake 2005, March 28”.

2

Perhelatan kedua yang dilaksanakan sejak tahun 2014 kali ini mengusung sejumlah sub tema sebagai upaya untuk memperkenalkan secara kronologis perihal perkembangan pembangunan, sosial, budaya dan kuliner asli Kepulauan Nias, sekaligus memperkenalkan berbagai produk unggulan yang dikerjakan oleh perempuan dan ibu-ibu rumah tangga dari seluruh Kepulauan Nias.

Read more

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

2nd Event of Succulent Tanö Niha

2nd Event_WEB FINALIngin mengenal Kepulauan Nias lebih dekat lagi? Ingin mengenal perkembangan pembangunan, sosial, budaya dan kuliner asli Kepulauan Nias ? Atau ingin mengenal berbagai produk unggulan dari Kepulauan Nias? Mari luangkan waktu mengunjungi acara yang untuk kali kedua dilaksanakan yakni “2nd Event of Succulent Tanö Niha” dengan tema “Kepulauan Nias – 10 Tahun Setelah Gempa Terdahsyat Maret 2005 (Nias Islands-10 Years After The Biggest Earthquake 2005, March 28)”. Sebagai informasi, acara pertama telah sukses dilaksanakan pada tahun 2014 yang lalu, silakan kunjungi tautan berikut di sini.

Bertepatan dengan hari mengenang bencana gempa Maret 2005 tersebut, maka generasi muda Ono Niha yang tergabung di dalam Komunitas Ono Niha Development & Heritage mengadakan acara presentasi dan pameran pembangunan dan kebudayaan Kepulauan Nias pada Sabtu, 28 Maret 2015 di Jakarta.

Selain presentasi mengenai Kepulauan Nias 10 Tahun Setelah Gempa Maret 2005, pengunjung disilakan untuk menikmati santap siang aneka kuliner kuno khas dari seluruh penjuru Nias dan sekaligus mengunjungi pameran berbagai produk unggulannya. Informasi acara Maret 2015 ini bisa diunduh pada tautan ini 2nd Event of Succulent Tano Niha .

Pendaftaran dan informasi lebih lanjut disilakan untuk menghubungi panitia melalui e-Mail: ono.niha2000@gmail.com.

(ON)

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Möi Ba’ene Mamahö I’a: Kearifan Lokal Menjaga Keseimbangan Laut di Telukdalam, Nias Selatan

Oleh: Noniawati Telaumbanua

Petang hari di sekitar Kota Telukdalam pada musim tertentu para pria gagah melangkah mantap lengkap dengan perlengkapannya yang khas. Mereka terlihat berjalan sendiri-sendiri, menyusuri jalan utama dan kemudian hilang di belokan jalan setapak menuju arah pantai tersembunyi. Semakin rebah matahari, semakin banyak jumlah pria ini bergegas menghilang dibalik ruas setapak pantai.

Tidak banyak yang menyadari kegiatan rutin para lelaki dari desa-desa tradisional yang terletak berdekatan dengan pantai di Kota Telukdalam, Nias Selatan. Sepintas mereka terlihat seperti penduduk kebanyakan yang baru saja kembali dari berkebun. Ciri khasnya yang berjalan berlawanan arah dengan para petani yang pulang ke rumah tanpa hasil kebun, berjalan sendiri saat malam menjelang  dan dihiasi dengan perlengkapan khusus antara lain berupa tombak dan pisau/parang. Penampakan tersebut mengisyaratkan adanya tujuan lain dari perjalanannya.

Read more

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Omo Nufo Sinasa: Proyek Percontohan Pengembangan Keahlian dan Pengetahuan Lokal Desa

Oleh: Noniawati Telaumbanua

Semenjak awal tahun 2012 komunitas Nias Development & Heritage menggalang penyebaran motivasi pengembangan berbagai keahlian/pengetahuan lokal para perempuan di desa-desa di Kepulauan Nias. Proyek ini pada kenyataannya tidak serta-merta disambut antusias oleh para perempuan di desa-desa yang tersebar di berbagai kelompok. Tantangan utama adalah ketidakkonsistenan metode kerja dan penerapan standar tinggi kualitas produk yang belum mampu dicapai sepenuhnya oleh masyarakat desa di Nias. Hal tersebut berakibat langsung menggerus kemampuan pemasaran setiap produk yang diupayakan. Sementara peluang produk lokal mereka untuk bersaing dengan pasar global sangat menjanjikan dan bersifat masterpiece.

 

Read more

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Memacu Pemasaran Produk Lokal & Siap Berjaya Kembali Untuk Go Internasional

Penulis: Noniawati Telaumbanua, 2014

Seperti diketahui dari pemberitaan-pemberitaan pada tulisan bersejarah tentang Nias yang kini dapat dibaca di perpustakaan museum-museum di Eropa, dahulu dalam kurun waktu 1800-1980 aneka produk lokal dari Kepulauan Nias berjaya, mendunia dan diminati oleh banyak kalangan baik perseorangan maupun organisasi. Berbagai produk lokal tersebut dijadikan sebagai komoditas perdagangan hingga ke luar negeri atau pun hanya sebagai kesenangan kolektor saja. Selain hasil bumi berupa perdagangan kopra, karet, ternak babi, hasil laut, pisang dan umbi-umbian, juga sejumlah hasil karya seni berupa ornamen berbahan kayu, batu dan emas adalah favorit pasar dan paling diminati. Tidak ketinggalan pula ekspor berbagai kreasi anyaman unik namun aplikatif bermotif antik. Bahkan, juga hasil tenunan yang kini telah punah karena keahlian ini terhentikan oleh berbagai sebab tanpa dapat diwariskan kembali ke generasi selanjutnya.

Read more

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Kursus Membuat Anyaman Tikar Khas Desa Bawödobara di Kabupaten Nias Selatan

Anyaman tikar merupakan seni kerajinan tangan yang telah dikuasai oleh Suku Ono Niha turun-temurun. Pada masa lampau di masing-masing wilayah kerajaan di Nias, tikar memiliki kekhasannya, beragam bentuk dan beragam fungsi pula. Sebelumnya website ini telah memperkenalkan anyaman sinasa (baca artikel di sini) yang sudah mulai jarang ditemui dan hampir punah karena tiadanya regenerasi pengrajin. Read more

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Inisiatif dan Kreatifitas Pendampingan Proses Mendidik Anak (Bagian III)

Selanjutnya setelah artikel Bagian I dan Bagian II menjelaskan beberapa proses mendidik anak yang telah dilakoni beberapa masyarakat dari kelompok yang berbeda, maka contoh berikut ini memberikan beberapa pencerahan yang dipetik dari pengalaman di beberapa kota di Eropa.  Ada banyak nilai positif yang sederhana yang diwujudkan oleh para orangtua bersama lembaga yang ada di kota mereka dan memungkinkan juga diterapkan hingga di desa-desa di Indonesia. (Penulis: Noniawati Telaumbanua) Read more

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather